APPSI - Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, mengatakan pentingnya menjaga kebersamaan antara pemerintah, pedagang, dan pelaku usaha pasar.
Pesan itu disampaikan saat pelantikan pengurus DPW Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Provinsi Jambi di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, pada Senin, 20 April 2026 malam.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono.
Menurut Abdullah Sani, pasar rakyat masih menjadi bagian penting dalam menggerakkan ekonomi daerah. Pasar bukan hanya tempat jual beli, tetapi juga tempat masyarakat mencari nafkah dan menjalankan usaha kecil.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus DPW APPSI Provinsi Jambi yang baru saja dilantik. Amanah ini bukan tugas yang ringan, namun dengan komitmen dan kebersamaan, saya yakin organisasi ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Wagub Sani.
Ia juga mengapresiasi atas kehadiran Wakil Menteri Pertanian di Jambi. Menurut dia, kunjungan tersebut diharapkan bisa memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Abdullah Sani mengatakan, pasar rakyat harus dijaga bersama agar tetap hidup dan berkembang.
Menurut dia, tanggung jawab itu tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga pedagang dan masyarakat.
“Keberadaan dan keberlanjutan pasar bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk para pedagang, pengelola pasar, hingga masyarakat sebagai konsumen,” tegasnya.
Ia menilai APPSI punya peran penting sebagai penghubung antara pedagang dan pemerintah. Organisasi itu diharapkan bisa membantu menciptakan pasar yang bersih, aman, tertib, dan mampu bersaing.
Kondisi ekonomi Jambi, kata dia, terus bergerak positif dan pedagang pasar ikut memberi kontribusi terhadap pertumbuhan tersebut.
“Semoga dengan kebersamaan ini, ekonomi Jambi semakin mantap dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tutupnya.
Sementara itu, Sudaryono meminta pengurus APPSI tidak hanya aktif saat pelantikan, tetapi juga bekerja nyata membantu pedagang di setiap pasar.
Ia meminta pengurus rutin berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas perdagangan, dan Bulog jika ada masalah distribusi atau pasokan barang di pasar.
“Saya minta pengurus harus aktif. Jangan hanya semangat saat pelantikan. Harus berani berkoordinasi dengan bupati, wali kota, dinas perdagangan hingga Bulog. Jika ada kendala distribusi atau akses barang, segera komunikasikan. Kita bantu fasilitasi,” tegasnya.
Sudaryono juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan saat menjalankan aktivitas sehari-hari. Ia menyinggung pengalaman pandemi Covid-19 yang sempat memukul banyak sektor ekonomi.
“Sehat itu lebih penting daripada urusan lainnya. Kita bersyukur hari ini hadir dalam keadaan sehat. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, panjang umur, dan rezeki yang barokah untuk kita semua,” ujarnya.
Menurut Sudaryono, pedagang pasar punya peran besar dalam menjaga distribusi pangan, mulai dari sayur, telur, hingga daging ayam.
Ia juga menceritakan sejarah berdirinya APPSI yang dibentuk pada 2004 sebagai bentuk perjuangan pedagang pasar menghadapi perkembangan ritel modern.
Sudaryono menyebutkan sejumlah tokoh nasional pernah memimpin organisasi tersebut, termasuk Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.
Di akhir sambutannya, Sudaryono menjelaskan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah dilakukan agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran dan bisa langsung dirasakan masyarakat.
“Efisiensi bukan berarti mengurangi pelayanan, tetapi memastikan anggaran lebih fokus, produktif, dan efektif,” jelasnya.
Selain itu Ketua DPW APPSI Provinsi Jambi, Ari Budi Pratiwi, mengatakan pengurus baru siap memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan membantu menjaga stabilitas harga di pasar.
Ia menegaskan APPSI akan aktif mendengar kebutuhan pedagang dan membantu mencarikan solusi atas persoalan yang terjadi di lapangan.[]




